Lagi Viral – Cara Ngecas Laptop Agar Baterai Aman, Jangan Dicolok Terus-terusan!

0
19
Is it bad to leave my laptop plugged in all the time.jpg
Is it bad to leave my laptop plugged in all the time.jpg


Teknologi.id – Penggunaan laptop telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Tetapi tahukah anda bahwa ada beberapa kebiasaan yang mungkin kita lakukan sehari-hari yang dapat mempengaruhi umur baterai laptop kita? Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan mengapa mengisi daya laptop terlalu lama tidak disarankan, dengan fokus pada pengaruh voltase dan panas terhadap umur baterai, serta cara pemakaian yang tepat untuk memaksimalkan umur baterai laptop anda.

Baterai laptop umumnya menggunakan teknologi lithium-ion, yang memungkinkan baterai untuk mengisi daya dan mengosongkan kapasitasnya secara berulang. Salah satu faktor yang memengaruhi umur baterai adalah voltase. Voltase baterai mengalami fluktuasi seiring dengan peningkatan atau penurunan isi kapasitasnya. Semakin penuh baterai, semakin tinggi voltasenya. Namun, voltase bukan hanya sekadar faktor pengisian daya, tetapi juga mempengaruhi proses penuaan kimia baterai.

Baca juga: Cara Bersihkan Drive C yang Penuh di PC/Laptop Agar Tidak Lemot

Laju penuaan kimia berbeda-beda tergantung pada voltase. Namun, penuaan kimia terjadi paling cepat ketika baterai berada pada voltase terendah (kapasitas hampir habis) dan tertinggi (kapasitas terisi penuh). Terlalu sering mengisi baterai hingga penuh atau membiarkan baterai nyaris kosong dapat memperpendek umur baterai. Begitu juga, jika laptop terus terhubung ke charger sehingga kapasitasnya selalu berada pada 100 persen, baterai akan terus dalam kondisi “stres” dengan voltase tinggi, dan penuaan kimia akan berlangsung lebih cepat.

Selain voltase, suhu juga memainkan peran penting dalam umur baterai laptop. Baterai lithium-ion secara alami kehilangan kapasitas dayanya seiring waktu, bahkan ketika tidak digunakan. Terus-menerus terhubung ke charger menyebabkan baterai selalu diisi kembali saat kapasitasnya sedikit menurun, yang dikenal sebagai trickle charging. Ini dapat menyebabkan baterai menjadi hangat secara konstan dan mempercepat proses penuaan.

Apalagi jika sambil digunakan secara aktif, suhu laptop dan baterainya akan semakin meningkat. Tidak hanya suhu panas yang mempengaruhi, tetapi suhu yang terlalu dingin juga tidak baik untuk baterai lithium-ion. Idealnya, suhu baterai harus dijaga antara 10 hingga 40 derajat Celsius. Hindari juga paparan sinar matahari langsung pada perangkat, karena suhu yang ekstrem dapat merusak baterai.

Cara Pemakaian yang Tepat

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita dapat menggunakan laptop dengan cara yang tepat untuk meminimalkan dampak voltase dan panas terhadap umur baterai. Baterai lithium-ion sebaiknya dijaga agar tidak pernah benar-benar kosong atau penuh. Disarankan untuk mengisi daya laptop hingga rentang 30-70 persen dari kapasitas maksimum. Setelah mencapai rentang tersebut, matikan laptop dan lepaskan baterai sebelum menghubungkannya kembali ke charger, jika memungkinkan.

Bagaimana dengan laptop yang memiliki baterai yang tidak bisa dilepas? Menghubungkan dan mencabut charger secara berulang mungkin tidak praktis, terutama karena baterai lithium-ion memiliki jumlah siklus pengisian daya terbatas yang akan mempengaruhi kapasitasnya seiring waktu. Dalam situasi ini, pengguna laptop Windows dapat memanfaatkan fitur Smart Charging yang akan membatasi pengisian daya baterai sehingga tidak mencapai 100 persen, dengan tujuan memperpanjang umur baterai.

Baca juga: Cara Melihat Siapa Saja Pengguna WiFi IndiHome Kita, Awas Ada Maling Internet!

Satu hal penting yang sering diabaikan adalah penggunaan charger berkualitas. Menggunakan charger palsu atau abal-abal dapat memiliki dampak buruk pada baterai. Charger abal-abal memiliki komponen berkualitas rendah, menghasilkan keluaran listrik yang tidak stabil dan berisiko merusak baterai. Selain itu, risiko korsleting atau kebakaran juga meningkat. Jika laptop anda mendukung penggunaan charger non-bawaan, seperti melalui port USB-C, pastikan menggunakan charger dan kabel berkualitas tinggi dengan output daya yang sesuai dengan kebutuhan laptop.

Mengisi daya laptop terlalu lama dapat mempengaruhi umur baterai anda melalui pengaruh voltase dan panas. Penting untuk menghindari pengisian baterai hingga penuh atau membiarkannya nyaris kosong secara terus-menerus. Selain itu, suhu juga berperan penting dalam penuaan baterai, sehingga menjaga suhu baterai dalam kisaran yang tepat sangatlah penting. Dengan pemakaian yang tepat, penggunaan charger berkualitas, dan perhatian terhadap kondisi suhu, anda dapat memaksimalkan umur baterai laptop anda dan menghindari masalah baterai yang tidak diinginkan.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News.

(law)



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here