Pentingnya Membangun Kompetensi 5C Pada Periode Emas Demi Masa Depan Anak

0
14
pentingnya membangun kompetensi 5c pada periode emas demi masa depan anak 185647.png
pentingnya membangun kompetensi 5c pada periode emas demi masa depan anak 185647.png



RM.id  Rakyat Merdeka – Sampoerna Academy sebagai pelopor sekolah antarbudaya dan pionir STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, & Mathematics) di Indonesia, meresmikan kampus keduanya di Surabaya yang berlokasi di Grand Pakuwon, Kamis (24/8).

Sebagai rangkaian acaranya, diadakan diskusi mengenai pentingnya kompetensi abad 21 pada masa periode emas anak, demi terciptanya generasi unggul masa depan.

Pendidikan berbasis STEAM di Sampoerna Academy, dirancang untuk mempersiapkan anak belajar berpikir dengan memperkuat lima komponen penting yang disebut 5C.

Yakni, Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character.

Kompetensi 5C menjadi sangat penting bagi anak untuk mempersiapkan mereka menjawab tantangan abad 21 yang berbeda.

Selain itu kemampuan mereka berpikir kritis dalam memecahkan masalah terus diasah.

Sehingga, mendorong mereka untuk menjadi inovator yang mampu berdaya saing global.

Seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada peresmian Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon Campus, bahwa pemerintah memiliki target penguatan kualitas sumber daya manusia demi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : PGE Gandeng AGIL Kembangkan Potensi Panas Bumi di Kenya

Khofifah juga menyampaikan, pedagogi STEAM yang diterapkan Sampoerna Academy akan mendukung perkembangan otak kanan dan kiri secara berkesinambungan, dengan pembentukan karakter yang kuat.

Dia juga menambahkan, karakter kuat sangat dibutuhkan. Sebab, untuk menjadi teknokrat, harus memiliki sentuhan humanis di dalamnya. Dan inilah yang menjadi kekuatan bagi Sampoerna Academy.

Principal Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon Campus, Anushia Senthevadivel menjelaskan, STEAM yang diterapkan di Sampoerna Academy akan memandu siswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup.

Agar memiliki ketangguhan menghadapi tantangan masa depan.

“Dalam pendidikan STEAM, siswa didorong untuk belajar secara holistik termasuk penerapannya dalam situasi kehidupan nyata. Hal ini akan membantu peserta didik dalam hal menjadi pemecah masalah dan komunikator yang hebat,” ungkap Anushia.

Kompetensi 5C merupakan soft skill di dalam diri anak yang perlu ditumbuhkan sejak usia dini karena keterampilan ini dapat menjembatani kecerdasan dan pengetahuan anak dengan peran nyata mereka di lingkungannya.

Pada masa periode emas, menjadi sangat penting untuk mulai membiasakan anak dengan pembelajaran dan aktivitas yang memiliki muatan 5C.

Sebab di usia ini, anak mempunyai inisiatif yang sangat besar untuk mengembangkan dirinya.

Baca juga : Pengembangan Korupsi Gereja, KPK Cegah Eks Bupati Mimika Eltinus Omaleng Ke LN

Psikolog Anak Elisabeth Santoso yang turut hadir dalam acara ini menyebutkan, bahwa peran sekolah dalam mengembangkan kompetensi 5C menjadi sangat penting.

Salah satu hal penting yang sekolah perlu terapkan dalam mengembangkan Kompetensi 5C adalah, pertama, peran guru yang dapat menjadi role model bagi para muridnya.

Disebutkannya, anak belajar dari melihat orang lain dalam membawa dirinya masing-masing.

Dalam konteks sekolah, guru merupakan sosok yang sering berinteraksi dengan anak.

Kedua, sekolah tidak hanya memberikan materi akademik, tapi juga menjadi sarana untuk mempraktekan soft skill-nya. 

Ketiga, di luar pelajaran, sekolah juga menjadi sarana untuk anak berinteraksi dekat dengan teman-teman dan gurunya.

Maka dari itu, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang membuat anak dapat berinteraksi dengan lingkungannya.

“Misalnya, menyediakan pembelajaran tentang anti bullying, toleransi, empati terhadap teman dan sesama, serta mengajarkan nilai-nilai karakter,” jelas Elisabeth.

Baca juga : Palsukan Izin Tambang, Anggota Komisi I Ismail Thomas Ditersangkakan Kejagung

Selain peran sekolah, peran orangtua menjadi hal yang tidak kalah penting dalam mengembangkan Kompetensi 5C pada anak.

Hal ini juga didukung publik figur MG  Margenie, yang menyekolahkan ketiga anaknya di Sampoerna Academy.

“Sebagai orangtua masa kini, tugas pendidikan bukan hanya milik sekolah, tetapi juga saya. Saya merasa penting untuk mendorong growth mindset bagi anak-anak saya,” bebernya. Dia mengaku sering mengajak anak-anak berdiskusi tentang banyak hal dan mendengarkan pendapat mereka.

Selain itu, Margenie juga sering mengajak anak-anaknya untuk mencoba berbagai hal baru yang mungkin dapat dijadikan passion atau hobi mereka.

Hal seperti ini, menurut dia, akan sangat baik untuk anak belajar keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan perubahan.

“Dan saya sangat satisfied dengan segala yang dipersiapkan pihak sekolah mulai dari fasilitas hingga para pengajar yang sangat ready mempersiapkan anak-anak datang ke lingkungan sekolah dengan hati yang bahagia,” ungkap Margenie.
 Selanjutnya 


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here